Sunday, March 10, 2013

Tips Untuk Mensukseskan Penjualan


Untuk mensukseskan penjualan diperlukan riset, mendengarkan, dan komunikasi yang baik. Hal diatas adalah kiat dasar agar penjualan bisa sukses. Penjual yang luar biasa dapat menjual secara sukses. Hasrat, integritas, dan menjadi pendengar yang baik adalah pembangun sukses bagi yang berkarier di bidang penjualan. Semua orang hakikatnya adalah penjual dengan caranya sendiri. Penjual yang baik menggunakan keterampilan batin dan bakat-bakat alamiahnya seperti berikut ini:
  1. Komunikasi
    Komunikasi adalah faktor vital untuk penjualan. Komunikasi yang baik menghasilkan hubungan baik dengan konsumen. Mengembangkan dan mempertahankan hubungan dengan klien itu penting. Hubungan baik dan dekat dengan konsumen bukan hanya menghasilkan penjualan, tetapi juga menguatkan kredibilitas.
  2. Mendengarkan
    Mendengarkan adalah unsur penting dalam hubungan. Kenali klien Anda dan beri perhatian pada kebutuhan-kebutuhan mereka. Saat meriset untuk proposal penjualan, ingat kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan mereka dan disampaikan kepada Anda. Hal ini akan sangat membantu Anda.
  3. Antisipasi kebutuhan
    Saat menunjukkan produk kepada konsumen, kebutuhan konsumen harus sudah dimasukkan ke dalam proposal dengan tepat. Hal terburuk yang dilakukan adalah menunjukkan proposal yang tidak menargetkan atau memenuhi permintaan konsumen. Hal ini menunjukkan Anda tidak mendengarkan permintaan konsumen dan akan merusak potensi penjualan di masa depan.
  4. Presentasikan dengan percaya diri
    Mempresentasikan proposal dengan percaya diri akan membantu memsukseskan penjualan. Jika konsumen punya pertanyaan khusus tentang produk konpetitor, menjelaskan jawaban dengan percaya diri menguatkan fokus Anda pada kebutuhan-kebutuhan khusus mereka. Tekankan apa keunggulan yang dimiliki oleh produk Anda. Buat mereka menyesal karena kehilangan nilai yang besar jika sampai tidak membeli produk Anda.
  5. Tanya tentang penjualan
    Begitu proposal Anda mencerminkan kebutuhan-kebutuhan konsumen, langkah berikutnya adalah menanyakan pemesanan. Jangan buat kesalahan, meriset dan mempresentasikan informasi tepat kepada konsumen, tetapi tidak menanyakan kontrak. Ajukan juga sejumlah bonus yang akan didapat jika mereka membeli sekarang juga, apakah itu diskon, apakah itu berhadiah barang lain, misalnya beli sabun cuci piring berhadiah gelas, dll.

Tips Untuk Berwiraswasta


Di tengah ketatnya persaingan global sekarang ini, banyak lulusan-lulusan perguruan tinggi terkenal masih berbondong-bondong mencari pekerjaan. Setiap ada bursa tenaga kerja, iklan lowongan pekerjaan di surat kabar ataupun internet, banyak sekali orang yang berminat. Ditambah lagi dengan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang tiada habisnya. Semua itu membuat lapangan pekerjaan yang ada semakin bertambah sempit. Padahal mengapa Anda harus berdesak-desakan mengikuti arus seperti itu? Mengapa tidak terpikir untuk berwiraswasta? Bukankah jalan untuk mencapai keamanan finansial tidak melulu harus bekerja di perusahaan besar, duduk di kantor yang ber-AC dengan memakai jas atau blazer? Tidakkah Anda ingin memiliki kemapanan finansial tersendiri dengan menjadi bos bagi diri Anda sendiri? Bayangkan fleksibilitas waktu yang akan Anda dapatkan. Namun untuk mencapai semua impian itu memang tidaklah mudah. Berikut ini adalah tips-tips yang dapat menjadi bahan pertimbangan bagi Anda yang ingin menekuni usaha berwiraswasta:
  1. Mulailah bermimpi tentang bisnis yang ingin Anda miliki
    Jangan menganggap remeh impian Anda. Mimpi ini penting karena impian ini akan menjadi pembimbing tentang apa yang harus Anda lakukan.
  2. Modal nekat dan berani untuk mencoba
    Tak usah gentar untuk mewujudkan impian Anda. Tidak usah memikirkan terlalu banyak pertimbangan. Bahkan kadang orang-orang terdekat Andalah yang seringkali menjadi penghalang Anda untuk maju. Terlalu lama berpikir-pikir bisa membikin rencana usaha yang Anda inginkan gagal dimulai. Tapi tentu saja jangan asal bertindak. Wujudkanlah dengan bijaksana perencanaan yang Anda ambil.
  3. Manfaatkan sekaligus perluas jejaring untuk mencapai cita-cita
    Jangan malu untuk bertanya dan membuka kesempatan untuk bertemu dan belajar pada orang lain. Siapa tahu mereka bisa menjadi pembuka jalan untuk kesuksesan bisnis Anda. Berkacalah dari pengalaman mereka. Lakukan analisa tentang pemasaran. Perbanyak relasi Anda, karena dengan dukungan jaringan pemasaran yang apik, promosi produk ataupun jasa yang dikelola akan lebih mudah. Lakukan pemasaran yang proaktif untuk dapat menambah relasi dan jaringan pemasaran yang luas.
  4. Cari informasi sebanyak mungkin tentang berbagai hal yang berhubungan dengan rencana bisnis Anda.
    Informasi ini bisa Anda kumpulkan lewat berbagai media. Internet, seminar bisnis, ataupun media surat kabar maupun televisi bisa menjadi sumber informasi yang berguna untuk masukan Anda. Ide-ide baru bisa Anda dapatkan disini.
  5. Rekrut mereka yang mempunyai visi dan misi yang sama tetapi dengan keahlian yang berbeda.
    Penting untuk membentuk tim yang solid dengan visi dan misi yang sama. Keahlian yang berbeda dari tiap orang yang terlibat di dalamnya akan membuat anggota tim yang ada dapat saling melengkapi. Masing-masing menghargai keahlian orang lain.
  6. Jangan mudah menyerah
    Usaha yang sukses pasti memerlukan waktu. Jangan cepat menyerah bila datang halangan atau rintangan. Bangkitlah selalu. Cobalah untuk berjuang mengatasi kendala-kendala yang ada. Yakinlah bahwa kegagalan adalah proses untuk menuju kesuksesan!
  7. Rajin bekerja keras
    Bekerja keras dengan rajin akan mendatangkan kesuksesan. Giatlah jika Anda sudah memulai suatu usaha, jangan setengah-setengah. Sustainable action atau aksi yang terus menerus tanpa henti dibutuhkan untuk meraih keamanan finansial yang diimpikan. Berpikir cerdas dan bekerja keras dengan produktif akan membuat Anda bisa mewujudkan mimpi-mimpi bisnis. Usaha yang Anda kembangkan akan bisa berkembang lebih besar dan sukses.
  8. Sabar
    Apapun yang sudah Anda usahakan pasti akan berbuah bila Anda menjalankan usaha dengan serius dan tekun. Dengan kesabaran yang ada niscaya usaha Anda akan menjadi maju dan sukses.Bertahanlah dengan komitmen yang sudah Anda buat.
  9. Berani tampil beda
    Dengan tampil beda berarti produk atau jasa Anda akan mempunyai keunggulan atau kelebihan yang tidak ada pada produk atau jasa lain yang sejenis. Kunci ‘tampil beda’ dalam mengelola bisnis baru diharapkan mampu menjadikan produk atau jasa yang Anda tawarkan menjadi punya nilai tambah yang dicari oleh konsumen. Dengan menerapkan strategi ‘tampil beda’ pada bidang usaha Anda, bisnis Anda bisa mempunyai “niche market” tersendiri di pasar konsumen yang semakin ketat persaingannya.

Dengan mempraktekkan tips-tips di atas, diharapkan Anda akan dapat mencapai kebebasan finansial yang Anda inginkan. Semoga Anda dapat menjadi wirausahawan/wirausahawati yang sukses.

Bersikap Jujur Tidak Dibutuhkan Dikantor?


Ini kenyataan pahit yang harus diterima setiap orang yang terbiasa bersikap ekspresif dan asertif di tempat kerja. Dalam pergaulan sosial, melontarkan opini dan bersikap terbuka itu sangat penting. Begitu pula saat berkomunikasi dengan pasangan. Namun, di tempat kerja, sikap blak-blakan seperti ini justru akan mengurangi peluang untuk dipromosikan, demikian menurut penelitian dari University of Greenwich.

Dalam studi yang melibatkan 533 orang ini, peneliti menilai tingkat ekspresi diri untuk melihat seberapa banyak orang bersikap terbuka dalam interaksi sehari-hari. Studi tersebut menyimpulkan, umumnya kita cenderung menjadi diri sendiri di depan pasangan, teman-teman, dan orangtua. Menunjukkan kepribadian kita yang sesungguhnya pada pasangan akan menghasilkan kehidupan asmara yang lebih sehat dan lebih memuaskan. Namun, pendekatan yang sama akan menjadi kontraproduktif di tempat kerja.

"Pakar pengembangan diri mungkin mengatakan bahwa rahasia kebahagiaan adalah 'menjadi diri sendiri', atau 'mengekspresikan perasaan kita yang sesungguhnya'. Akan tetapi, hal itu tampaknya tidak berlaku di tempat kerja," papar Dr Oliver Robinson, peneliti dari Greenwich.

Dalam beberapa situasi, senyuman yang santun atau dengan penuh kesadaran memilih untuk tutup mulut ternyata lebih kondusif untuk kesejahteraan kita daripada mengungkapkan pikiran atau perasaan kita kepada rekan kerja. Dikhawatirkan, apa yang kita lontarkan tersebut akan digunakan sebagai "senjata" untuk menusuk kita dari belakang.